Mengenai Saya

Foto saya
Ketika semua hanya bisa jadi penonton melihat kerusakan alam ini, Maka jangan biarkan kita hanya bisa termenung. Maka BERDIRI dan TERIAKKAN..............Haajaaaaarr Booooss,........

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.

My Fans

RSS

PROPOSAL PENILITIAN TINDAKAN KELAS

A. Judul Penelitian
Judul dalam PTK ini adalah “Mengatasi Kejailan Anak Yang Sering Memakai Barang Temannya Dengan Menggunakan Metode Take And Give Pada Anak Kelas II MI At – Taqwa”

B. Pendahuluan
1. Latar belakang
Mulai Indonesia merdeka, telah dicanangkan oleh para peminpin bangsa kita, untuk merumuskan tujuan negara muda yang dibangun itu, yaitu membentuk masyarakat yang adil dan makmur. Setelah melalui beberapa dasawarsa lahirlah pembarauan-demi pembaharuan yang menitikberatkan pembangunan. Pembangunan itu memerlukan tenaga penggerak sebagai motor yang menggerakkan semua aspek dari pembangunan tersebut. Tenaga pengerak tersebut ialah manusia yang mempunyai keahlian (skill), tanpa keahlian pembangunan itu tidak akan berjalan lancar. Tenaga ahli itu dihasilkan oleh pendidikan, karena itu pendidikan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan negara, yaitu masyarakat adil dan makmur.Pemikiran tentang pentingnya pendidikan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, Pada awal kemerdekaan lahirlah undang no 4 tahun 1950 Undang-undang nomor 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada tahun 1989 lahir Undang-undang nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasonal, terakhir , Permen no 22 tentang standar isi, Permen no 23 tentang standar kompetensi lulusan.
Mengingat pentingnya pendidikan itu sebagai guru yang berkecimpung langsung dengan pendidikan maka harus berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan itu. Terutama pembangunan pendidikan pada anak usia dini. Pada ada usia itulah kita membangun pola pikir dan kepribadian peserta didik yang berkarakter. Karena pendidikan pada usia itu merupakan dasar tercapainya jenjang kedapannya, meka perlu kita membangun pondasi tersebut guna meningkatakan tujuan pembelakjaran.
Metode penelitan merupakan mata kuliah yang penting dalam kegiatan belajar mengajar dikalas. Dalam mata kuliah ini kita bisa mengetahui hal apa saja yang dapat dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. Terutama mengeanai penelitian tentang kendala – kendala dalam kelas. Penelitaian ini mempunyai manfaat yang besar dalam suksei kegiatan belajar mengajar. Karena kita bisa mengetahui kendala-kendala dan kemudian kita cari solusi kendala-kendala yang dahadapi oleh peserta didik. Dengan harapan setelah adanya solusi – solusi kita bisa meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Maka dari itu mata kuliah ini dianggap penting dalam pencapaian kegiatan belajar mengajar.
2. Masalah yang dihadapi
Anak pada usia dini memang masih senang dengan bermain. Karena terlalu asik bermain terkadang sampai lupa bahkan tidak tahu tugas dan tanggung jawab mereka. Meraka masih belum mengerti mana yang harus dikerjakan mana yang harus ditinggalkan. Yang ada dibenak mereka masih bermain. Apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan kesengan yang mereka inginkan. Termasuk memakai barang - barang yang bukan miliknya tapi barang itu disukai oleh mereka. Sehingga mereka berupaya untuk mendapatkan barang tersebut. Prilaku-prilaku tersebut sangat mengganggu proses belajar mengajar, terutama bagi meraka peserta didik yang terlibat didalamnya. Karena tidak menuntut kemungkinan ada sebagian peserta didik yang sudah mulai mengerti akan tugas dan tanggung jawab mereka. Pada dasarnya mereka hanya hanya melakukan apa yang ada fikiran mereka dan apa yang bisa membuat mereka senang itu yang mereka lakukan tanpa memikirkan akibatnya.
Oleh sebab itu kita sebagai guru dimana kita merupakan fasilitator belajar bagi mereka. Perlu kiranya kita mengarahkan prilaku mereka pada hal yang lebih positif dan mendidik. Tapi yang tidak boleh terlupakan dalam pembelajaran tersebut adalah unsur belajar yang menyenangkan. Karena dengan begitu siswa tidak merasa jenuh dan tertekan oleh hal-hal yang tidak biasa mereka lakukan.


C. Perumusan masalah
Pendidikan merupakan memiliki peranan penting dalam segala aspek. Sedang dalam proses belajar mengajar yang ada dalam dunia pendidikan tidaklah muda. Oleh sebab itu kita sebagai pendidik harus bisa mengatasi segala kendala dalam proses belajar mengajar tersebut. Termasuk kejailan-kejailan anak, yang dapat mengganggu tercapainya tujuan pedidikan. Oleh sebab itu kebiasaan – kebiasaan peserta didik yang suka menjaili sesama temannya harus kita alihlkan dengan mengalihkan kegiatan mereka dengan kegiatan yang dapat mendukung mereka dalam proses belajar.
 Apa efek yang timbul akibat dari kebiasaan peserta didik tersebut?
 Bagaimana cara mengubah kebiasaan mereka dengan kegiatan yang mendukung proses belajar mereka?

D. Cara Pemecahan Masalah
Ketika dalam prose belajar mengajar terdapat salah seorang siswa yang tidak aktif mengikuti kegitan belajar mengajar pastinya akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar tersebut. Terlebih – lebih apanbila dalam proses belajar mengajar berlangsung siswa yang tidak aktif melibatkan atau mengganggu peserta didik yang lain. Tidak hanya pesrta didik saja yang akan terganggu melain pendidikpun akan terganggu, karena seorang pendidik akan berusaha menenangkan kondisi kelas. Oleh sebab itu seorang pendidik harus bisa mengendalikan situasindan kondisi ruang proses belajar mengajar. Selama pengendalian kelas tersebut tentunya memakan waktu juga, dengan demikain proses belajar mengajar pastinya akan terganggu jadinya menghambat lajunya proses penyampaian materi.
Kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan oleh peserta didik seperti itu tidak bisa secara total, perlu waktu yang lama dan cara yang efektif untuk merubah kebiasaan tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merubah kebiasaan tersebut adalah mengalihkan perhatian mereka dengan kegiatan yang lebih positif yang mengarah pada pendidikan, yaitu menggunakan metode Take and give. Take And Give adalah suatu metode di mana setiap siswa diberi masing-masing satu kartu yang berisi sub materi yang berbeda-beda untuk dipelajari, kemudian guru menyuruh semua siswa untuk berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi masing-masing.
Metode pembelajaran take and give ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang dibutuhkan keaktifan seluruh siswa, karena dalam metode ini setiap siswa diberi sub materi yang berbeda dan harus dihafal serta harus disampaikan kepada setiap pasangan masing-masing. Jadi dalam metode ini seluruh siswa dituntut memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan memahamkan materi yang telah dipelajari kepada setiap pasangannya, sehingga setiap siswa dapat mengetahui dan memahami sub materi yang berbeda.
Langlah-langkah yang dilakukan dalam metode Take and Give :
1. Guru menyiapkan kelengkapan metode.
2. Guru menjelaskan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
3. Untuk memantapkan penguasaan peserta. Tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihafal) kurang lebih lima menit.
4. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.
5. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing.
6. Untuk mengevaluasi keberhasilan, guru memberikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya.
7. Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan.
8. Kesimpulan.
Dalam metode ini kita dapat mengalihkan perhatian peserta didik dengan aktifitas – aktifitas yang menyenangkan, mereka akan lebih tertantang dengan apa yang menjadi perintah guru karena pada dasarnya anak yang suka jail kepada temannya itu lebih aktif. Peserta didik yang suka jail kepada temannya biasanya mempunyai keberanian yang tinggi. Untuk itu menurut saya metode ini cocok digunakan untuk mengalihkan perhatian mereka kepada materi yang kita sampaikan.

E. Tinjauan kajian Pustaka
Pendidikan merupakan kunci kemajuan dan kesuksessan masa depan suatu bangsa, itu pulalah yang menyebabkan pemimpin Jepang paska bom Hiroshima dan Nagasaki menanyakan berapa orangkah guru yang masih tertinggal dan selamat.Pendidikan merupakan pembimbigan seseorang kearah dewasa, baik secara biologis,baik secara ekonomis, baik secara sosiologis. Seseorang yang dewasa harus mempunyai skill life atau kecakapan hidup sehingga dia tidak menjadi beban bagi orang lain, Dia harus mempunyai kepribadian yang mandiri sehingga setiap tantangan, rintangan dan persoalan hidup dapat menerima dengan tenang, kemudian menghadapi dengan cermat, dan mengatasi serta memecahkannya dengan bijaksana.
Hakikat belajar mengajar: menurut Abu Ahmadi hakikat mengajar itu ada jenis 1. menanamakan pengatahuan kepada anak, 2. menyampaikan pengetahuan dan kebudayaan kepada anak, 3. suatu aktivitas mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi prases belajar. Hakiakat belajar adalah usaha sadar untuk menguasai ilmu, untuk dapat menerapkan pengetahuan , untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik. Jadi belajar dan mengajar saling berkaitan dalam suatu proses menuju perubahan pengetahuan, perubahan tingakah laku, perubahan keterampilan dan dapat mengatasi persoalan hidup dengan baik dan mandiri.
Kajian Umum Pendidikan Kegiata belajar mengajar supaya lebih efektif harus memperhatikan sebagai berikut: 1. Tujuan belajar mengajar. Secara umum tujuan belajar mengajar adalah untuk mengubah pengetahuan peserta didik, mengubah kepribadian, mengubah keterampilan. Jadi dalam pendidikan harus ada perubahan kalau tidak ada perubahan maka kegiatan belajar itu tidak berhasil. 2. Guru sebagai salah satu sumber belajar.Guru yang membimbing harus orang kompeten, pendidik yang kompeten adalah guru yang mempunyai kesadaran kependidikan yang tinggi dan memenuhi syarat -syarat seorang guru yang baik.
Dalam masyarakat tertentu guru dianggap serba tahu segala hal, tempat bertanya kalau tak mengetahui, tempat mencari informasi dansebagainya. Kecewalah masyarakat bila guru panutannya mempunyai banyak kelemahan. Azas didaktik Dalam Kegiatan belajar hendak memperhatikan pengajaran (azas didaktik) antara lain : a. Harus ada pemusatan perhatian sehingga semua potensi yang ada pada diri peserta didik dapat berfungsi dengan maksimal. b. Harus ada keaktifan peserta didik harus aktif dalam proses belajar mengajar, keaktifan itu menunjukan dalam jiwa siswa itu ada proses.c. Kegiatan belajar mengajar itu harus ada bahan yang diragakan sehingga dapat dilihat oleh siswa, d. Memperhatikan kemampuan peserta didik. e. Korelasi dan konksentrasi, f. Praktis dan efesien. Dalam belajar siswa dilatih untuk bekerjasama, karena kepribadian murid banyak dipengaruhi oleh lingkungan social.
.
F. Tujuan Penelitian
Tujuan penilitian penulis ini beransumsi bahwa kejailan anak pada proses belajar mengajar ataupun diluar proses belajar sangat mengganggu proses tercapainya tujuan pendidikan. Oleh sebab itu kebiasaan tersebut perlu di alihkan dalam keghiatan – kegiatan yang mengarah pada pendidikan peserta didik. Guna meninkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang akurat dalam memacu siswa guna peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

G. Kontribusi Hasil Penelitian
Dalam penelitian itu dijelaskan bahwa kejailan peserta didik yang suka memakai barang temannya memberikan dampak negatif terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu penilitian ini dilakukan dengan harpan mengubah kebiasaan siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan tidak menghambat proses belajar mengajar. Selain itu penelitian inii bermanfaat untuk acuan pengajaran yang lebih maksimal di masa mendatang minimal untuk bahan kajian yang mengacu kepada kemajuan dimasa mendatang.










DAFTAR PUSTAKA
1. Al-Qur’an dan terjemahannya oleh Departemen Agama RI
2. Beberapa Aspek Dasar-dasar Kependidikan oleh Drs. B. Suryosubroto
3. Filsafat Pendidikan oleh Imam Barnadib, M.A. Ph.D
4. Ilmu Perbandingan Pendidikan oleh Arifin Prof. H.M.M.Ed

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar